Upaya Memahami Pembaca

Memahami pembaca adalah upaya yang tidak gampang. Setiap kali kami bertandang ke para penerbit, mereka selalu mengeluhkan hal yang sama dengan kata-kata yang berinti hal yang sama: “Kami tidak paham apa yang dimaui pembaca!”

Sementara itu, setiap kali kami duduk bersama para pembaca, keluhan pembaca kepada penerbit kurang lebih sama, “Kenapa penerbit X tidak lagi buat buku bertema Y, padahal yang Y itu kami suka. Kalau ada lagi, kami mau beli.” Lalu saat kami bertemu dengan penerbit untuk menyampaikan keluhan itu, penerbit menjawab, “Buku bertema Y tidak laku!” Apa yang sebenarnya terjadi?

Inilah potret paling nyata gambaran hubungan penerbit dan pembaca di Indonesia, paling tidak dalam kacamata kami. Komunikasi perlu dibangun lebih erat antara keduanya, pendekatan-pendekatan yang sifatnya strategis perlu dibangun, kalau memang ada keinginan untuk menciptakan iklim yang lebih baik.

Video berikut ini kami buat dalam upaya untuk memahami pembaca dan mengusulkan pendekatan baru yang bisa digunakan oleh penulis/penerbit di Indonesia.

Ada dua hal yang mau disampaikan:
1. Mengenai urgensinya Book Publicist – pihak yang akan membantu mendekatkan/memperkenalkan buku/penulis kepada pembaca lewat sejumlah channel yang ada
2. Mengenai kemunculan New Media – karena media tradisional telah digeser oleh new media sebagai sumber informasi yang digunakan pembaca, maka perlu cara untuk menggunakannya secara efektif. New Media juga melahirkan ‘pembaca baru’ yang jumlahnya signifikan: 89% dari total populasi di Indonesia.

Dua hal ini semoga ini dapat menjadi pertimbangan bagi penerbit dan penulis, jika ingin memahami pembaca lebih baik lagi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: