Menjadi Narasumber Workshop Membaca Kritis

Pada pertengahan bulan Mei 2012, Rumah Perubahan kembali mengundang untuk menjadi narasumber Workshop Pelatihan Guru Membaca. Kali ini tema yang harus dibawakan adalah membaca kritis.

Critical Reading (Membaca Kritis) adalah topik yang menyenangkan untuk dibagikan, tetapi ternyata maha dahsyat untuk mencari bahan yang mudah dipahami dan yang paling penting relevan dengan para guru yang menghadiri workshop tersebut.

Dari pendekatan-pendekatan Membaca Kritis yang ada, dipilih teori bernama Bloom’s Taxonomy (Taksonomi Bloom). Teori ini sangat bagus karena bisa menggambarkan proses psikologis dan perilaku pembaca sejak dari tahapan dasar hingga akhirnya yang tertinggi.

Bahan-bahan cukup lengkap dan yang paling penting adalah mencari contoh yang tepat dan gampang dimengerti oleh para peserta workshop ini. Ternyata yang kedua inilah yang memakan waktu.

Mencari contoh adalah problematika tersendiri. Kajian-kajian membaca kritis ini lebih sering diterapkan di ranah pedagogi, belum diturunkan ke ranah membaca. Satu-satunya contoh yang bisa didapatkan adalah buku analisis kritis atas cerita dongeng anak The Beanstalk. Tetapi tentu saja, menyulitkan para peserta ini untuk diminta membaca cerita luar ini.

Alih-alih dalam berkas lama ada cerita seperti The Beanstalk yaitu cerita rakyat Timun Mas yang dapat digunakan sebagai contoh belajar dan sekaligus mempraktekkan teori Taksonomi Bloom.

Suasana Workshop Membaca Kritis (dok. Rumah Perubahan)
Suasana Workshop Membaca Kritis (dok. Rumah Perubahan)
Berbeda dengan teknik penyampaian workshop sebelumnya yang melibatkan peserta secara berkelompok terlibat dalam permainan, dalam penyampaian materi Membaca Kritis ini lebih ditekankan ke tugas-tugas individual. Syukurlah, para peserta workshop cukup terbiasa dan di akhir workshop, cukup puas melihat pemahaman yang didapat mereka selepas workshop yang berjalan singkat ini (kurang dari 2 jam).

Mengajarkan membaca kritis memang harus lebih sabar daripada mempraktekkan sendiri dalam keseharian dan kesempatan berbagi pengetahuan lewat workshop yang diselenggarakan Rumah Perubahan ini sangat membantu untuk menyusun pemikiran secara lebih runut dan jelas dipahami. Momen yang tak terlupakan.

Terima kasih atas Rumah Perubahan, Bapak Rhenald Kasali, Ibu Amanda Setiorini, Ismilita Handayani, dan para peserta workshop semuanya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: