Evaluasi Obrolan #Twitteriak Season 2

Episode 24 baru saja usai digelar dan ini menandakan Season 2 Obrolan #Twitteriak telah berakhir. Tiba giliran kami sebagai penyelenggara obrolan #Twitteriak mengadakan evaluasi Season 2 dan sekaligus memberi catatan pada apa yang telah dicapai sejauh ini.

Catatan ini dibagi 3 aspek: pembabakan, tamu, jangkauan.

Pembabakan

Pembabakan obrolan #Twitteriak dibagi atas Season yang terdiri dari 12 episode. Kalau setiap episode muncul berkala sekali setiap minggu, maka 1 Season selesai dalam waktu 3 bulan. Mengapa pembabakannya per Season? Karena setiap Season punya tema besar dan pilihan tamu sendiri.

Season 1 #Twitteriak bertemakan “Aneka Ragam Pegiat Dunia Menulis dan Membaca di Indonesia”. Itu sebabnya tamu yang diundang beragam profesi penulis mulai dari penulis yang memakai medium baru (new media), penulis skenario, editor, cerpenis, penerjemah, penulis fiksi sejarah, peresensi, hingga travel writer.

Sedangkan Season 2 #Twitteriak mengangkat tema besar “Fenomena Dunia Menulis dan Membaca di Indonesia” dengan mengangkat penulis dongeng yang terabaikan hingga penulis bestseller, penulis non-Jawa, penulis novel romance hingga karya serius, termasuk penulis puisi.

Tema besar ini yang mengikat setiap Season di obrolan #Twitteriak dan merupakan salah satu ciri yang akan terus diusung sampai ke season-season berikutnya.

Tamu

Bagaimana mengangkat tema “Fenomena Dunia Menulis dan Membaca di Indonesia”? Jawabannya sederhana. Ada geliat-geliat yang perlu diperhatikan oleh publik, yang barangkali selama ini tenggelam oleh arus informasi mainstream sehingga tidak tampak. Terabaikannya penulis dongeng dan buku anak lokal, semisal. Lalu didobraknya penjualan buku puisi yang biasanya laku di bawah 100 buku, juga larisnya buku biografis merupakan beberapa fenomena yang belakangan hari ini mencuat. Memang #Twitteriak tidak berupaya melakukan sebuah pertimbangan/kritik, karena wadah wawancara ini bersifat mengangkat fenomena ini ke permukaan, sehingga masyarakat luas dapat menilai sejauhmana fenomena-fenomena ini dapat dijadikan pembelajaran bagi kehidupan perbukuan yang lebih baik di Indonesia. Dari sekian banyak fenomena, masing-masing bisa kita gali lebih dalam lagi.

Pilihan tamu Season 2 jelas mengakomodir kebutuhan tema dan juga permintaan dari pemirsa setia obrolan #Twitteriak. Terima kasih atas partisipasi Tweereaks sekalian.

Jangkauan

Season 2 mengalami lonjakan drastis dari segi jangkauan dan kesan pemirsa. Jika angka rata-rata Season 1 berkisar di angka jangkauan 15.000 orang dan lebih dari 30.000 kesan, maka di Season 2 melonjak telah menjangkau lebih dari 130.000 orang dan hampir mencapai 200.000 kesan setiap episodenya.

Tweetreach #Twitteriak per 26 Juni 2012
Tweetreach #Twitteriak per 26 Juni 2012

Angka ini tercapai setelah pemindahan jam tayang #Twitteriak dan upaya promosi terarah di setiap episode mengikuti hasil riset yang telah kami dapatkan dari output social media analytic kami.

Pengelolaan isu yang lebih baik, perbaikan mekanisme “mesin”, dan perhatian publik yang luar biasa untuk mendukung obrolan #Twitteriak ini yang terus menerus memompa semangat kami untuk terus menghadirkan obrolan #Twitteriak yang lebih bermutu dan tepat sasaran di Season 3 dan episode berikutnya.

Terima kasih banyak.

5 thoughts on “Evaluasi Obrolan #Twitteriak Season 2

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: