#Twitteriak Talkshow Interaktif di Dunia Maya

Kutipan VIVAnews:

Twitteriak, Talkshow Interaktif di Dunia Maya

Idenya, Twitteriak ingin jejaring sosial memberikan hal bermanfaat.

Selasa, 16 Oktober 2012, 08:04 Bayu Galih, Amal Nur Ngazis

Indonesia dikenal sebagai negara yang paling “cerewet” di dunia maya, terutama di jejaring sosial Twitter. Namun, sayangnya, mayoritas tweet para pengguna Twitter di Indonesia terkait dengan hal-hal yang dianggap remeh dan gosip.

Padahal, penggunaan Twitter untuk hal-hal yang penting sangat memberikan manfaat. Misalnya, berbagi pengetahuan dan belajar tentang Indonesia secara lebih mendalam. Atas konsep inilah muncul talkshow Twitter melalui tagar #Twitteriak.

“Inspirasinya kami lihat Twitter, isinya gosip. Akhirnya kami buat konten untuk pembelajaran bersama, konsepnya talkshow. Kami undang tamu yang ahli di bidang tertentu,” kata Damar Juniarto, Founder Tanam Ide Kreasi, pengembang #Twitteriak.

Kehadiran akun tersebut, dia menjelaskan, untuk memberikan konten alternatif di antara konten-konten Twitter yang dianggap tidak begitu penting. “#Twitteriak ingin meneriakkan sesuatu di tengah konten tersebut,” ujar pria yang akrab dipanggil Amang ini.

Sejak didirikan pada November tahun lalu, tagar ini telah melakukan tiga season talkshow. Setiap season terdiri atas 24 episode dengan tema besar talkshow yang sudah ditentukan. Talkshow ini diselenggarakan setiap hari Selasa mulai pukul 11.00-14.00 WIB. Setiap season menghabiskan waktu selama 6 bulan.

“Tapi, di luar jadwal tersebut, kami juga mengadakan Twitteriak edisi spesial, topik tertentu yang lagi hangat,” ujar lulusan Sosiologi Universitas Indonesia.

Pada season pertama, Twitteriak telah menghadirkan tamu, salah satunya Salman Aristo, penulis naskah film “Sang Penari”. Di season kedua, telah menghadirkan tamu Suyadi atau Pak Raden. “Nah, kasus Si Unyil-nya Pak Raden itu, awalnya dari talkshow Twitteriak,” ujarnya.

Untuk season ketiga ini, talkshow mengambil topik besar menemukan kembali wajah dan identitas Indonesia. Ia melanjutkan, kategori tema yang diangkat yaitu isu sosial, sejarah, dan sastra.

Konsep Talkshow
Secara konseptual, talkshow ini mengumpulkan pertanyaan dari pengguna Twitter dengan mengirimkan ke #Twitteriak. Pengguna cukup menyebutkan pertanyaan dengan menyertakan tagar tersebut, kemudian tagar tersebut akan meneruskan ke tamu yang diundang dalam setiap jadwal talkshow.

Setiap pertanyaan dipastikan akan dijawab oleh tamu dan di-retweet oleh Twitteriak. “Poinnya di sini adalah memberikan ruang untuk mengajukan pertanyaan ke tamu tertentu. Kan tidak setiap saat tweet dibalas, karena yang bersangkutan sibuk, kalau ini pasti dijawab,” ujarnya.

Semangat yang dibawa dari tagar ini, menurut dia, ingin menampilkan sesuatu yang dianggap publik tidak penting menjadi penting.

Ternyata, konsep talkshow ini mendapat sambutan yang bagus. Amang mengatakan, setiap talkshow rutin pada Selasa, jumlah pengguna Twitter yang menyimak talkshow mencapai 200 ribu dan saat ini jumlah follower mencapai 790.

Antusiasme yang tinggi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan inovasi platform. Twitteriak sudah mencoba ke layanan live streaming, sehingga pengguna Twitter dapat menonton talkshow nyata dan langsung bisa men-tweet pada saat online. Tampilan live streaming dapat disaksikan di Twitteriak.alineatv.com.

“Ke depan, Twitteriak tiap Selasa tetap ada, dan sebulan sekali bikin talkshow betulan,” ujarnya. Dengan gerakan ini, ia berambisi untuk memberikan media alternatif dibandingkan dengan media mainstream tradisional yang sudah ada. (art)

Dikutip dari: © VIVA.co.id

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: